Penyakit Lupus, Si Peniru Ulung

Penyakit Lupus, Si Peniru Ulung

Penyakit lupus ini tidak mempunyai ciri penyakit yang khas seperti penyakit influenza atau muntaber. Gejala gejala yang timbul akibat terserang penyakit lupus ini, diantaranya yaitu  terasa nyeri pada sendi dan terjadi pembengkakan pada sendi serta rasa lelah yang berkepanjangan. Selain hal tersebut, gejala penyakit lupus biasanya dimulai dengan demam tinggi, ruam –ruam  merah pada wajah yang menyerupai kupu – kupu, sesak nafas, dan badan terasa lemas serta sensitif terhadap sinar matahari. Penyakit lupus merupakan salah satu bentuk peradangan secara kronik yang disebakan oleh penyakit autoimun. Autoimun artinya dimana sistem kekebalan tubuh manusia atau sistem imun tak lagi berfungsi dengan baik atau bisa dikatakan tidak tahu mana lawan dan mana kawan.  Sistem imun yang seharusnya mempunyai fungsi sebagai pelindung organ tubuh dari bakteri dan virus penyebab penyakit malah menyerang dan merusak sistem imun itu sendiri.

Penyakit lupus ini bisa menyerang berbagai organ tubuh manusia. Sebagai contoh, ketika sistem imun menyerang organ tubuh bagian sendi atau otot, maka gejala yang terjadi adalah orang tersebut mengalami capek yang berkepanjangan. Juga ketika penyakit ini menyerang pada organ tubuh bagian mulut, maka orang tersebut akan mengalami gejala sperti kekurangan vitamin C. Contoh lagi, ketika seseorang itu terserang penyakit Lupus bagian darah, maka dia mengalami gejala seperti orang terkena anemia. Tidak ada ciri yang khusus dari penyakit ini. Penyakit lupus ini mendapat julukan “si Peniru Ulung”. Julukan ini diberikan karena penyakit ini menyerangnya menyerupai penyakit biasa pada umumnya.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti apa penyebab penyakit lupus ini. Ada yang mengatakan karena faktor genetika atau keturunan. Akan tetapi faktanya, dari sekian jumlah penderita penyakit lupus yang terkena penyakit lupus karena faktor genetika hanya sebesar 10%. Namun ada teori lain yang menyebutkan ada beberapa penyebab penyakit lupus ini, diantanya akibat bahan kimia, radiasi sinar ultra violet, efek samping obat – obatan tertentu dan stress serta bisa dipengaruhi oleh kadar hormon.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *