Freelancer Indonesia Wajib Hindari 3 Kesalahan Pembuatan Resume Ini!

freelancer indonesiaFreelancer Indonesia Angpao.idResume adalah senjata awal pekerja dalam menarik hati HRD atau perusahaan, tidak terkecuali dalam bidang freelancing. Meski berstatus pekerja lepas, bukan berarti klien tidak mempertimbangkan resume dan portofolio freelancer sebelum memakai jasa dan setuju dengan penawaran harga yang diajukan. Sehingga keberadaan resume menjadi tak kalah penting selain review hasil pengerjaan proyek oleh klien sebelumnya.

Ada 3 kesalahan fatal yang sering terjadi pada freelancer Indonesia dalam membuat resume. Hal ini harus diperhatikan mengingat pembuatan resume harus bersifat profesional dan sempurna, sehingga klien dapat tertarik dan mempercayakan proyek freelancing tanpa membandingkan dengan freelancer lainnya. Berikut ini 3 kesalahan yang wajib dihindari freelancer Indonesia saat membuat resume.

3 Kesalahan Pembuatan Resume

Terkesan Tidak Jujur

Resume yang dibuat freelancer dan pekerja tetap pada umumnya tidak memiliki perbedaan menonjol. Biasanya freelancer Indonesia memiliki beberapa informasi resume cadangan seperti yang dicantumkan pada LinkedIn atau Facebook Profile. Namun ternyata ada beberapa tipe klien yang melakukan cross check di media sosial tentang profil pelamar kerja sebelum memeriksa resume secara online.

Nah, kesalahan pertama yang sering diperbuat freelancer Indonesia adalah mencantumkan informasi yang berbeda pada resume, LinkedIn atau Facebook Profile. Contohnya di resume tertulis pernah menggarap proyek lepas dari PT XYZ, menyelesaikannya selama 5 hari, dan reviewnya sangat bagus sekali. Namun di LinkedIn atau Facebook Profile terdapat pengalaman lain dengan review standar.

Klien akan memberikan kesan bahwa freelancer tidak jujur dengan progress kerjanya sendiri. Jika pada progress kerja tidak merasa puas, bagaimana dengan proyek yang akan diberikan? Bisa saja kualitasnya tidak sesuai dengan ekspektasi klien.

Pengalaman Kerja Tidak Saling Berkaitan

Inilah gunannya untuk memahami keahlian sebelum bulat menapaki karir sebagai freelancer Indonesia. Fokuskan diri untuk benar-benar menekuni bidang keahlian yang dijual sebagai jasa freelance. Begitupun dengan menulis resume online.

Meski resume online rata-rata bisa diedit dengan mudah kapanpun, namun bukan berarti freelancer bisa mencantumkan pengalaman menggarap proyek yang tidak berkaitan dengan kualifikasi keahlian yang dibutuhkan. Misal freelancer A ahli dibidang web-programming, mencantumkan pengalaman mengerjakan proyek web-programming namun dibawahnya tertulis pengalaman kerja sebagai freelance professional food taster. Ini tidak saling berkaitan.

Meski hal tersebut termasuk pengalaman kerja, namun bila tidak saling berkaitan atau sesuai kualifikasi, sebaiknya jangan dicantumkan. Ini tidak akan membuat klien terkesan, justru bertanya-tanya apakah freelancer serius dengan proyeknya atau tidak.

Kesalahan Penulisan Contact Person

Sangat umum terjadi pada freelancer Indonesia. Kesalahan ketik seperti typo akan sangat beresiko bila terjadi pada pengetikan CP atau contact person. Freelancer umumnya dihubungi lewat email dan nomor telepon yang tertera pada resume. Apabila kesalahan penulisan terjadi, maka kerugian sepenuhnya ditanggung freelancer. Awalnya bisa mendapatkan proyek bernilai jutaan, jadi kandas hanya karena nomor telepon yang dihubungi ‘salah’.

Ketiga kesalahan tersebut diatas bisa diminimalisir dengan kecermatan melihat kualifikasi yang dibutuhkan klien, penulisan resume yang sesuai dengan pengalaman (tidak dikurangi dan tidak ditambahkan), serta ketelitian membaca ulang sebelum mengedarkan resume secara online. Sehingga klien bisa mempercayakan proyek pada freelancer Indonesia tanpa ragu-ragu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *